Akhirnya datang juga. Udah sekian lama gue nunggu kata penutup dari dosen. Lega rasanya. Kelas gue mulai tenang, setenang ombak di lautan. Padahal sebelumnya kayak ada tsunami. Trus gitu ada hujan, petir dan badai juga. Diskusi kali ini ngalah2n sidang pengitungan suara. Ribut. Suara2 bersahutan. Dosen kewalahan. Moderator kelimpungan. Ruangan sebelah jadi kalah saingan. Bayangin aja, yang ini belum selesai ngomong, yang itu mo ngasih intrupsi. Trus gitu, ngomongnya kenceng pula. Kayaknya udah terlatih. Maklum aja, temen2 gue adalah pejuang di garis depan di setiap demo atau aksi.
Jadi, sepertinya masalah poligami tidak hanya menjadi perdebatan serius di antara para ulama dan pemerintah, tapi juga di kelas gue. Perdebatan ini banyak memunculkan pemikiran baru (sesuai dengan standarisasi otak temen2 gue). Gak usah takut. Pemikiran ini gak akan sampai mengistinbatkan suatu hukum baru. Soalnya pemikiran temen gue gak beda jauh lah levelnya ama pemikiran the Curious George. Peace! Hhi.. *kabuuurr..*
Cowok1 : populasi cewek lebih banyak di banding cowok. I'll be guardian angel for them..
Cewek1 : hiks, i hate this! *sambil lari keluar ruangan*
Cowok2 : kasian ama ceweknya. gak tega ah..
Cewek2 : say no to poligami!
Cowok3 : bilang saja OK..
Cowok4 : senangnya dalam hati klo beristri 2. klo gak pecah temberang sih..
Cewek3 : aku tak mau klo aku di madu..
Cewek4 : ih ogah banget!
Cewek5 : gubrakk!! *jatuh dari kursi* (bantuin bini lu, fiz!)
Hm.. Gimana pun caranya, intinya gak boleh ada yang di rugiin. Harus bisa jaga perasaan pasangan masing2. Iya kan? Iya dong? What about u?
Wednesday, 27 October 2010
Monday, 25 October 2010
Cerpen : Gempa di kotaku (chapter 1)
Sore ini kelihatan mendung. Ah, sepertinya akan hujan malam ini, pikirku. Aku baru saja selesai memasak. Adikku yang masih berusia 3 tahun sedang di mandikan oleh amak..
Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh. Begitu besar sehingga membuat jantungku berdetak hebat. Badanku serasa melayang. Piring dan gelas yang di rak berjatuhan. "Ya Allah, gempa.." Aku terhenyak. Tubuhku gemetar. Aku segera berlari ke ruang tengah. Aku memanggil amak yang baru selesai memandikan adikku. Amak juga merasakan hal yang sama. "Ida, tolong ambilkan baju adiak". Aku buru-buru ke kamar. Getarannya masih terasa. Amak berlari ke luar rumah sambil menggendong adikku yang masih memakai handuk. Pemandangan di luar sangat mengharukan. Anak-anak menangis. Para wanita ketakutan. Langit gelap. Rumah-rumah bergetar. Tiang listrik bergoyang hebat. Aku mencoba mengendalikan perasaanku. Aku tak sanggup membendung air mata. "Masya allah.. Ampuni hamba ya Allah. Lindungi hamba dan keluarga hamba.." Aku melihat raut ketakutan di wajah amak. "cepat hubungi uda Faisal" amak menyuruhku. Bibirnya gemetar..
Para penduduk berlarian. Sebagian mereka berteriak "tsunami..!! tsunami..!!". Suasana semakin mencekam. Aku berdiri di samping amak. Kemudian kami mulai berlari bersama warga lainnya. Tak tau arah tujuan..
..
Rumahku terletak di daerah pasar. Aku tinggal bersama amak, adik, dan kakakku. Bapakku meninggal 3 bulan yang lalu. Rumah kami hanya berjarak sekitar 5km dari pantai Padang. Sebelumnya gempa sudah pernah terjadi disini. Walaupun begitu, tidak ada istilah "sudah terbiasa" bagi orang yang sering merasakannya. Semua takut. Semua cemas..
..
Kami terus berlari. Kota Padang menjadi lauatan massa. Suara kendaraan, suara teriakan anak-anak, suara langkah kaki, semuanya menyatu menimbulkan kecemasan yang tiada tara.
Tanganku memegang erat tangan amak. Adikku, Adon, hanya bisa menangis di pangkuan amak. Aku mengusap kepalanya. Tak terasa air mataku mengalir. Sabar dik..
Perlahan gempa berhenti. Kami dan ribuan warga lainnya berkumpul di lapangan. Aku mencoba menghubungi uda faisal. Dia bekerja di supermarket Plaza Andalas sejak 2 tahun lalu. Seharusnya sore ini uda Faisal sudah ada di rumah.
Sambungan gagal. Berkali-kali ku coba tapi masih gagal. Pulsaku masih ada, pikirku. Kemarin baru di isi 10ribu oleh uda-ku. Aku mulai cemas. Amak tidak memperhatikan. Beliau sedang menenangkan adikku. Aku tidak berani memberitahu. Perlahan sinyal di HP-ku berkurang dan hilang sama sekali. Ya Allah.. Ada apa ini? Bagaimana kakakku?
*Palembang, 26_oct_10*
Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh. Begitu besar sehingga membuat jantungku berdetak hebat. Badanku serasa melayang. Piring dan gelas yang di rak berjatuhan. "Ya Allah, gempa.." Aku terhenyak. Tubuhku gemetar. Aku segera berlari ke ruang tengah. Aku memanggil amak yang baru selesai memandikan adikku. Amak juga merasakan hal yang sama. "Ida, tolong ambilkan baju adiak". Aku buru-buru ke kamar. Getarannya masih terasa. Amak berlari ke luar rumah sambil menggendong adikku yang masih memakai handuk. Pemandangan di luar sangat mengharukan. Anak-anak menangis. Para wanita ketakutan. Langit gelap. Rumah-rumah bergetar. Tiang listrik bergoyang hebat. Aku mencoba mengendalikan perasaanku. Aku tak sanggup membendung air mata. "Masya allah.. Ampuni hamba ya Allah. Lindungi hamba dan keluarga hamba.." Aku melihat raut ketakutan di wajah amak. "cepat hubungi uda Faisal" amak menyuruhku. Bibirnya gemetar..
Para penduduk berlarian. Sebagian mereka berteriak "tsunami..!! tsunami..!!". Suasana semakin mencekam. Aku berdiri di samping amak. Kemudian kami mulai berlari bersama warga lainnya. Tak tau arah tujuan..
..
Rumahku terletak di daerah pasar. Aku tinggal bersama amak, adik, dan kakakku. Bapakku meninggal 3 bulan yang lalu. Rumah kami hanya berjarak sekitar 5km dari pantai Padang. Sebelumnya gempa sudah pernah terjadi disini. Walaupun begitu, tidak ada istilah "sudah terbiasa" bagi orang yang sering merasakannya. Semua takut. Semua cemas..
..
Kami terus berlari. Kota Padang menjadi lauatan massa. Suara kendaraan, suara teriakan anak-anak, suara langkah kaki, semuanya menyatu menimbulkan kecemasan yang tiada tara.
Tanganku memegang erat tangan amak. Adikku, Adon, hanya bisa menangis di pangkuan amak. Aku mengusap kepalanya. Tak terasa air mataku mengalir. Sabar dik..
Perlahan gempa berhenti. Kami dan ribuan warga lainnya berkumpul di lapangan. Aku mencoba menghubungi uda faisal. Dia bekerja di supermarket Plaza Andalas sejak 2 tahun lalu. Seharusnya sore ini uda Faisal sudah ada di rumah.
Sambungan gagal. Berkali-kali ku coba tapi masih gagal. Pulsaku masih ada, pikirku. Kemarin baru di isi 10ribu oleh uda-ku. Aku mulai cemas. Amak tidak memperhatikan. Beliau sedang menenangkan adikku. Aku tidak berani memberitahu. Perlahan sinyal di HP-ku berkurang dan hilang sama sekali. Ya Allah.. Ada apa ini? Bagaimana kakakku?
*Palembang, 26_oct_10*
catatan kecil di binder (part 8)
Pagi ini ada mata kuliah yang paling gue senengin. Ilmu tentang pernikahan (hhi.. Jadi malu..). Gak gue doang sih, temen gue juga. Trus ada kakak tingkat juga lho. Malah kayaknya udah keranjingan belajar ilmu ini. Buktinya udah semester atas, masih aja ngambil mata kuliah ini alias ngulang. Mungkin buat persiapan nikah abis wisuda kali ya.. Hm.. Good idea..
Dari gedung fakultas, dosen udah keliatan mo ke kelas. Temen2 gue yang masih di luar buru2 masuk. Yang kotor langsung di bersihin. Yang masih tidur langsung di bangunin. Yang masih pup langsung di cebokin (ihhh..). Tanpa aba2, semua duduk manis kayak anak kecil baru masuk SD. Gue dan temen sekelas menyambut dosen tersebut dengan senyuman. Berharap ilmu yang di bagikan bermanfaat bagi kami para calon pengantin ini..
Dosen menulis sesuatu di papan tulis. Itu adalah pokok bahasan pertemuan kali ini. Gue yakin, sebagian besar pria pasti nge-like kayak di fb. Judul pembahasannya adalah "Poligami". Tau kan? Itu tuh, seni melipat kertas dari Jepang. Eh itu mah origami. Hehe.. (jayus ah!). Poligami adalah (setau gue nih!) seorang suami yang punya istri plural alias lebih dari satu..
Sontak temen2 gue yang cewek langsung mesem2 liat judul pembahasan. Yang cowok2nya tersenyum sumringah.
Pikiran mereka berdendang..
Cewek1 : "keterlaluan" The Potter.
Cewek2 : "kau 3kan cinta" Elkasih.
Cewek3 : "cinta ini membunuhku" d'Massiv.
Cewek4 : "hancur hatiku" Olga.
Cewek5 : "jangan lebay" T2.
Sementara itu..
Cowok1 : "aku tergoda" Five Minutes.
Cowok2 : "ingin setia" Armada.
Cowok3 : "mungkin nanti" Peterpan.
Cowok4 : "aku cinta kau dan dia" Dewa.
Cowok5 (gue) : "forever and one" Helloween.
"Dalam islam, poligami sangat di anjurkan." Dosen memulai penjelasan. Mendadak yang cewek wajahnya keliatan tambah kusut. Yang cowok merasa di atas angin.. "tapi syaratnya harus adil. itu penting." dosen melanjutkan. Cowok2 yang tadinya di atas angin langsung buang angin. Keliatan dari raut wajahnya yang gak nyaman dengan penjelasan itu. Sedangkan yang cewek mulai tenang, itu bisa di liat dari wajahnya yang tadi kusut, sekarang udah mulai rapi (emang pakaian?!).
Poligami masih menjadi pro kontra di negeri ini. Ada yang setuju, ada juga yang nggak. Sebenarnya itu tergantung kemampuan si suami dan harus atas persetujuan istri (ceileh.. Omongan gue!). Gue sih fair2 aja.. Hhi.. Kidding euy.. Tenang aja, bagi calon bini gue, i won't do that. Gue mah orangnya setia. Kayak lagunya d'Bagindas "bertahan satu C.I.N.T.A".. Heuheu..^^
Dari gedung fakultas, dosen udah keliatan mo ke kelas. Temen2 gue yang masih di luar buru2 masuk. Yang kotor langsung di bersihin. Yang masih tidur langsung di bangunin. Yang masih pup langsung di cebokin (ihhh..). Tanpa aba2, semua duduk manis kayak anak kecil baru masuk SD. Gue dan temen sekelas menyambut dosen tersebut dengan senyuman. Berharap ilmu yang di bagikan bermanfaat bagi kami para calon pengantin ini..
Dosen menulis sesuatu di papan tulis. Itu adalah pokok bahasan pertemuan kali ini. Gue yakin, sebagian besar pria pasti nge-like kayak di fb. Judul pembahasannya adalah "Poligami". Tau kan? Itu tuh, seni melipat kertas dari Jepang. Eh itu mah origami. Hehe.. (jayus ah!). Poligami adalah (setau gue nih!) seorang suami yang punya istri plural alias lebih dari satu..
Sontak temen2 gue yang cewek langsung mesem2 liat judul pembahasan. Yang cowok2nya tersenyum sumringah.
Pikiran mereka berdendang..
Cewek1 : "keterlaluan" The Potter.
Cewek2 : "kau 3kan cinta" Elkasih.
Cewek3 : "cinta ini membunuhku" d'Massiv.
Cewek4 : "hancur hatiku" Olga.
Cewek5 : "jangan lebay" T2.
Sementara itu..
Cowok1 : "aku tergoda" Five Minutes.
Cowok2 : "ingin setia" Armada.
Cowok3 : "mungkin nanti" Peterpan.
Cowok4 : "aku cinta kau dan dia" Dewa.
Cowok5 (gue) : "forever and one" Helloween.
"Dalam islam, poligami sangat di anjurkan." Dosen memulai penjelasan. Mendadak yang cewek wajahnya keliatan tambah kusut. Yang cowok merasa di atas angin.. "tapi syaratnya harus adil. itu penting." dosen melanjutkan. Cowok2 yang tadinya di atas angin langsung buang angin. Keliatan dari raut wajahnya yang gak nyaman dengan penjelasan itu. Sedangkan yang cewek mulai tenang, itu bisa di liat dari wajahnya yang tadi kusut, sekarang udah mulai rapi (emang pakaian?!).
Poligami masih menjadi pro kontra di negeri ini. Ada yang setuju, ada juga yang nggak. Sebenarnya itu tergantung kemampuan si suami dan harus atas persetujuan istri (ceileh.. Omongan gue!). Gue sih fair2 aja.. Hhi.. Kidding euy.. Tenang aja, bagi calon bini gue, i won't do that. Gue mah orangnya setia. Kayak lagunya d'Bagindas "bertahan satu C.I.N.T.A".. Heuheu..^^
Saturday, 23 October 2010
catatan kecil di binder (part 7)
I love my friends so much. Especially my classmates. Walaupun rada aneh, tapi gue enjoy banget. Udah takdir gue kali ngumpul ama orang2 gak jelas ini. Tingkah lakunya macem2. Mulai dari yang normal ampe yang rada2 normal. Wajahnya apalagi, pokoknya kelas gue tuh ibarat dunia kartun. Ada yang mirip Sherk, Squidward, Sinchan, bahkan monster2 yang ada di film Monster Inc ada di kelas gue. Jadi walau mirip dunia kartun, jangan pernah coba bawa anak kecil ke kelas gue. Buat anak kok coba2..
Seperti anak muda lainnya, gue punya geng. Gak usah takut, kami bukan geng nakal apalagi brutal. Anggotanya temen kelas gue. 4 orang cowok gak jelek tapi menyeramkan, gak ganteng tapi meluluhkan. Nama geng gue adalah C4 alias Cowok-Cowok Cak keCantik'an (hehe.. Bukan uy!). C4 adalah singkatan dari Cool, Crazy, Cute, Cozy. Itu gelar bagi anggotanya. Gue kebagian Cozy, Ahmad dapat Cool, Sueb emang Crazy, Hafiz maksa di kasih Cute. Awal berdirinya geng ini cuma dari kebersamaan kami aja. Seperti orang Belanda bilang "witing tresno, jalaran soko kulino". Artinya gue kurang tau. Coba tanya ama Didi Kempot aja..
Banyak pengalaman yang udah di lalui bersama (halaah!). Kadang2 kami jalan2 keliling palembang. Klo di daerah pasar, ada wilayah yang gak boleh di lewati. Wajib hukumnya. Klo gak kesana, gak afdol. Persis kayak miqat bagi jemaah haji. Namanya lorong oncak. Hehe.. Itu nama dari kami. Oncak artinya kebanggan. Sebenarnya gue sangsi juga, ni lorong punya nama. Klo udah cape keliling, kita pulang ke rumah masing2 (ya iyalah.. Masa' ke mesjid?). Atau biasanya langsung nginep di markas. Markasnya di rumah gue. Secara gue kan home alone, sedangkan temen2 gue homeless alias tuna wisma, hhi..
Seperti anak muda lainnya, gue punya geng. Gak usah takut, kami bukan geng nakal apalagi brutal. Anggotanya temen kelas gue. 4 orang cowok gak jelek tapi menyeramkan, gak ganteng tapi meluluhkan. Nama geng gue adalah C4 alias Cowok-Cowok Cak keCantik'an (hehe.. Bukan uy!). C4 adalah singkatan dari Cool, Crazy, Cute, Cozy. Itu gelar bagi anggotanya. Gue kebagian Cozy, Ahmad dapat Cool, Sueb emang Crazy, Hafiz maksa di kasih Cute. Awal berdirinya geng ini cuma dari kebersamaan kami aja. Seperti orang Belanda bilang "witing tresno, jalaran soko kulino". Artinya gue kurang tau. Coba tanya ama Didi Kempot aja..
Banyak pengalaman yang udah di lalui bersama (halaah!). Kadang2 kami jalan2 keliling palembang. Klo di daerah pasar, ada wilayah yang gak boleh di lewati. Wajib hukumnya. Klo gak kesana, gak afdol. Persis kayak miqat bagi jemaah haji. Namanya lorong oncak. Hehe.. Itu nama dari kami. Oncak artinya kebanggan. Sebenarnya gue sangsi juga, ni lorong punya nama. Klo udah cape keliling, kita pulang ke rumah masing2 (ya iyalah.. Masa' ke mesjid?). Atau biasanya langsung nginep di markas. Markasnya di rumah gue. Secara gue kan home alone, sedangkan temen2 gue homeless alias tuna wisma, hhi..
sat 23 oct 10
Hhhuaahhm.. Ngantuk banget. Gara2 semalam gue tidurnya dalu (midnite). Biasa, nginep di tempat temen, jadi gak mungkin tidurnya cepet. Klo udah ngumpul, pasti ada aja yang di obrolin. Mulai dari masalah kuliah, pelajaran, bisnis, politik, seks dan sara (opo iki?)
Anyway, pagi ini gue ada acara di kantor DPRD palembang. Bukan acara sarapan bersama atau kerja bakti. Tapi acara "jumpa penulis novel 5 Menara, ust AhmadFuad Fuadi". Jam 7:39 gue udah nyampe. Mesti buru2, takutnya ntar yang datang bejibun. Mana gue belum beli tiket lagi. Calo pun tak ada. Klo ada kan enak, walau agak mahal dikit. Trus gue juga ada janji ketemuan ama temen gue dari dunia lain, eh dunia maya..
Jadwal acaranya sih jam 8. Tapi this is Indonesia, man! Gak pernah on time. Pasti ngaret mulu. Padahal gue udah positive thinking. Mungkin udah ciri khas kali ya..
Ne pertama kalinya gue ke gedung DPRD. Sambil nunggu temen, gue survey lapangan dulu. Aulanya keren. Pake karpet merah kayak di acara Oscar award. Serasa jadi artis hollywood bo'.
Gak lama kemudian, temen gue datang. Abis ngobrol2 dikit, kami memutuskan nunggu di dalam aula. Dingin, ada AC nya. Tepat jam 9, ust Fuadi nyampe. Beliau ngasih ilmu yang banyak. Man Jadda Wajada pasti gak ketinggalan dong. Di akhir acara, ada door prize. Hadiahnya buku 5 menara yang langsung di tandatangani. Tapi kayaknya dewi fortuna lagi kesel ama gue (padahal gue pengeeen banget!). Abis tu ada acara foto bareng pengantin eh bareng ust Fuadi. Sempat terbersit pengen ikut juga, tapi gue pikir, masa penulis foto ama penulis? Wkwkwkw..
Acara berakhir. Dari sana gue meluncur ke Palembang Square. Liat2 buku di gramedia. Eee.. Gak taunya ketemu buku DDG alias Dumba-dumba Gleter. Senang banget gila. SENENG BANGET. Secara, gue udah lama ngidam tu buku. Disana gue juga ketemu Bakpau (Fauziah-red), tapi gue gak ngidam dia. Doski kali yang ngidam (hhi..).
Gue udah gak sabar pengen baca tu buku. Akhirnya di A&W, niat itu terwujud. Baca sambil ngobrol2 juga ama temen.
Namanya juga mall, pasti banyak makhluk disini. Apalagi ceweknya, berseliweran. And they're good looking. Bagus untuk mata. Yeah, i can't stop my eyes. Gak muna sih, ini naluri lelaki gue. Tapi kadang gue gak tegaan ato kasian liat kostum mereka. Rata2 nih pamer body ama paha. Buat apa coba? Gak malu gitu? Terkesan bitchy. Come on galz, kasihanilah gue yang udah bergelimangan dosa ini, please.. Tutup dikit napa?!
Anyway, pagi ini gue ada acara di kantor DPRD palembang. Bukan acara sarapan bersama atau kerja bakti. Tapi acara "jumpa penulis novel 5 Menara, ust Ahmad
Jadwal acaranya sih jam 8. Tapi this is Indonesia, man! Gak pernah on time. Pasti ngaret mulu. Padahal gue udah positive thinking. Mungkin udah ciri khas kali ya..
Ne pertama kalinya gue ke gedung DPRD. Sambil nunggu temen, gue survey lapangan dulu. Aulanya keren. Pake karpet merah kayak di acara Oscar award. Serasa jadi artis hollywood bo'.
Gak lama kemudian, temen gue datang. Abis ngobrol2 dikit, kami memutuskan nunggu di dalam aula. Dingin, ada AC nya. Tepat jam 9, ust Fuadi nyampe. Beliau ngasih ilmu yang banyak. Man Jadda Wajada pasti gak ketinggalan dong. Di akhir acara, ada door prize. Hadiahnya buku 5 menara yang langsung di tandatangani. Tapi kayaknya dewi fortuna lagi kesel ama gue (padahal gue pengeeen banget!). Abis tu ada acara foto bareng pengantin eh bareng ust Fuadi. Sempat terbersit pengen ikut juga, tapi gue pikir, masa penulis foto ama penulis? Wkwkwkw..
Acara berakhir. Dari sana gue meluncur ke Palembang Square. Liat2 buku di gramedia. Eee.. Gak taunya ketemu buku DDG alias Dumba-dumba Gleter. Senang banget gila. SENENG BANGET. Secara, gue udah lama ngidam tu buku. Disana gue juga ketemu Bakpau (Fauziah-red), tapi gue gak ngidam dia. Doski kali yang ngidam (hhi..).
Gue udah gak sabar pengen baca tu buku. Akhirnya di A&W, niat itu terwujud. Baca sambil ngobrol2 juga ama temen.
Namanya juga mall, pasti banyak makhluk disini. Apalagi ceweknya, berseliweran. And they're good looking. Bagus untuk mata. Yeah, i can't stop my eyes. Gak muna sih, ini naluri lelaki gue. Tapi kadang gue gak tegaan ato kasian liat kostum mereka. Rata2 nih pamer body ama paha. Buat apa coba? Gak malu gitu? Terkesan bitchy. Come on galz, kasihanilah gue yang udah bergelimangan dosa ini, please.. Tutup dikit napa?!
Thursday, 21 October 2010
catatan kecil di binder (part 6)
RSU M Husein udah lewat. Bentar lagi nyampe nih. Perlahan gue bangkit dari tempat duduk. Dengan ragu, satu tangan gue keatas sambil ngetuk langit2 bus. Sempat gak pede sih, tapi untung gue udah pake rexona, mampu menjaga ketiak tetap kering selama 24 jam. Setengah teriak "Stop, Mang!". Bus berhenti total. Good job, tu sopir kayakny udah nyadar klo gue adalah seorang mahasiswa, bukan sales lagi. Gue turun. Campus, i'm coming.. Tiba2 sopirnya ikutan turun juga trus nyamperin gue. Hm.. Pasti mo minta maaf nih. Dari senyumnya aja udah keliatan (giginya)..
"Dek, ada jual produk peralatan mesin gak? Tuh mesinnya ngadat mulu.." Lemes. Pengen rasanya gue goco tu sopir. Ternyata bus tu berhenti total gara2 mesinnya batuk. Sukurin lu!
..
Gue kuliah di salah satu perguruan tinggi islam di palembang.
.. Di kelas udah lumayan rame. Yes, masih ada bangku kosong. I'm a lucky guy. Maklum aja, di fakultas gue tuh klo dapat bangku kosong tu kejadian langka, kayak dapat barang peninggalan bersejarah yang sangat tinggi nilainya. Walau rusak, tapi masih berharga (kasian gak?). Beruntung gue agak cepat datangnya, klo gak, bakal nyensus bangku dulu di lokal lain. Seharusnya nih di fakultas gue di adain program transmigrasi biar ada pemerataan bangku di setiap ruangan. Jadi, ruangan yang bangkunya yang lebih, harus di pindahkan ke ruangan yang masih kekurangan. Menyedihkan emang. Hh.. Gitulah, di fakultas gue emang lagi krisis bangku. Pak rektor, tolong dengarkan curhatku ini!
"Dek, ada jual produk peralatan mesin gak? Tuh mesinnya ngadat mulu.." Lemes. Pengen rasanya gue goco tu sopir. Ternyata bus tu berhenti total gara2 mesinnya batuk. Sukurin lu!
..
Gue kuliah di salah satu perguruan tinggi islam di palembang.
.. Di kelas udah lumayan rame. Yes, masih ada bangku kosong. I'm a lucky guy. Maklum aja, di fakultas gue tuh klo dapat bangku kosong tu kejadian langka, kayak dapat barang peninggalan bersejarah yang sangat tinggi nilainya. Walau rusak, tapi masih berharga (kasian gak?). Beruntung gue agak cepat datangnya, klo gak, bakal nyensus bangku dulu di lokal lain. Seharusnya nih di fakultas gue di adain program transmigrasi biar ada pemerataan bangku di setiap ruangan. Jadi, ruangan yang bangkunya yang lebih, harus di pindahkan ke ruangan yang masih kekurangan. Menyedihkan emang. Hh.. Gitulah, di fakultas gue emang lagi krisis bangku. Pak rektor, tolong dengarkan curhatku ini!
hidupku di kehidupanku
Aku ingin menjalani hidup di dalam kehidupan..
Tapi terkadang mati di batas keterpaksaan..
Semua berubah..
Semua hancur..
Menyaksikan mentari bersinar..
Tapi aku di dalam kegelapan..
Semua datang dan semua pergi..
Seperti debu di jalanan sepi..
Terkurung di alam mimpi..
Otak hanyalah budak..
Raga adalah raja..
Salahku..
Berdiri di saat sendiri..
Jatuh di saat jauh..
Bagiku, hidup adalah petualangan..
Ada rintangan di saat senang..
Ada halangan di setiap kesempatan..
*Palembang, 22oct10*
(for all my friends 'n C4) ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)