Wednesday, 7 September 2011

Saat hujan

Deru hujan menemaniku malam ini

Tetes air yang menerpa atap walaupun ribut, membuatku menikmatinya


Semakin terasa suasana hujan


Aku mengantuk sekali



Tapi...

Hujan itu..





Hanya aku yang tau keadaanku


(Padang, 100911)

Diari si mata indah (bag-4)

Aku belum mengantuk. Aku memikirkanmu.

Aku rasa, aku jadi semakin ingin mengenalmu.

Gara2 kamu, aku jadi ketagihan buka fb. Itu hanya untuk sekedar melihat profil dan statusmu saja. Aku hanya ingin tau apa dan bagaimana keadaanmu.
Gak apa2 kan?

Eh, sejak pertemuan itu mendadak aku sering update status (mungkin itu tentangmu). Lalu di hapus. Kemudian update yang baru lagi. Entah apa maksudnya, aku pun tak tau.
Aku bingung dengan keadaanku.

Semua gara2 kamu. Eiit.. Jangan marah. Aku tak menyalahkanmu kok :)
Aku aja yang rada aneh dengan kondisi sekarang.

Hmm.. Ternyata kamu suka baca juga ternyata. Aku melihatnya di info profilmu. Kita punya hobi yang sama ya.
Apakah kamu juga sering menulis? Klo aku sangat suka. Menulis membuatku merasa tenang. Bisa mencurahkan perasaan dengan cara yang indah.

Aku jatuh cinta?
Ah, tak mungkin. Terlalu cepat. Aku tak percaya cinta pandangan pertama.

Aku hanya tertarik. ^^

(Padang, 070911)

Diari si mata indah (bag-3)

:)

Kamu tau kenapa ada smile di awal diari kali ini? Tak perlu ku jelaskan. Ini jelas gara2 kamu.

Kata orang, hidup ini tidak mudah. Tapi hidup ini indah. Aku percaya itu. Mari nikmati hidup. :)

Aku yang memikirkanmu akhir2 ini, aku yang penasaran denganmu, merasa ini berat. Aku tak tenang.

Tapi...

Tadi akhirnya kita ketemu. Hehehe..

Aku senang. Senang sekali.
Tapi juga kaget. Deg2an.
Kita bertemu di warnet. Dan kamu duduk di sebelahku. Waww..

Aku seperti mimpi. Aku deg2an. Trus kamu malah bertanya. Aku jadi makin deg2n. Demi mendengar suaramu. Demi melihat senyum kecilmu. Kamu benar2 luar biasa. ^^

"Warnet ini tutup jam berapa?"

Itu ucapan pertamamu. Kamu kelihatan takut kekurangan waktu. Sore2 warnet emang sepi. Masih lama tutupnya jawabku.

Lalu aku bertanya alamatmu. Mungkin kamu khawatir pulang malam, pikirku. Padahal sebenarnya aku ingin tau dimana rumahmu. Heuheu.. :p

Ternyata kamu perantau. Disini kamu tinggal di rumah nenek. Hanya beberapa hari. Dan kamu tau, itu di dekat rumah nenekku. :)

Kamu lalu asyik bersurfing ria di dunia maya. Aku sesekali menatapmu. Jangan marah. Aku hanya melepas rasa penasaranku. :)

Perlahan kamu membuka page facebook. Aku pura2 sibuk. Kamu lengah, aku mengintip facebookmu. Lalu search. Mencocokkan nama dengan fotomu. Add as friend. Done.

Dan aku iseng2 memintamu untuk meng-confirm. Kamu kelihatan heran, tapi kamu tau kan tadi aku mengintip? Maap deh.. :)

Dan, aku harus pulang duluan. Huhh..

Tapi tak lupa aku nge-like statusmu dulu sebelum logout. Sekedar tanda perkenalan di facebook.

Aku senang mengenalmu :)

Thanks!

Diari si mata indah

Ini bukan kisah nyata.
Hanya cerita biasa.
Pengen nulis2 aja.

Tuesday, 6 September 2011

Diari si mata indah (bag-2)

Ada bayangmu. Aku melihatnya. Dan itu hanya aku. Aku seolah melihatmu.

Tadi aku lewat di depan warung bakso semalam.
Aku seperti melihatmu. Kamu berdiri sambil memegang payung. Ah, ada2 saja. Hujan kan sudah berhenti. :)

Sayangnya, aku tak mampu melihat bintang matamu. Hanya sekilas cahaya wajahmu. Lalu hilang.
Lalu aku beranjak pergi.

Ah, kenapa begini?
Kamu seperti memaksaku menulis tentangmu. Padahal aku tak tau kamu siapa.
Meskipun sebenarnya aku ingin mengenalmu. ^^

Aku hanya berharap pada waktu dan dukungan takdir untuk sebuah pertemuan.
Mudah2an.

Hmm.. Apakah kamu merasakan hal yang sama? Hehehe..
Aku terlalu geer.

(Padang, 070911)

Diari si mata indah (bag-1)

Bagiku, bintang itu sangat indah.

Itu hanya pendapat awalku.
Namun sekarang pendapatku berubah.
Setelah aku melihat matamu. Mata yang indah menurutku. Bukan karna contact lens, eye shadow atau semacamnya. Sungguh mata yang tak biasa bagiku.

Aku melihat seperti ada bintang disana. Hmm.. Bintang yang indah di mata yang indah.

********

Selepas maghrib tadi, hujan turun agak lebat. Bulan terkukung awan hitam. Lalu angin dingin menyeruak di sela2 bulir air.
Saat itu aku sedang menunggu pesanan bakso di salah satu warung. Membosankan. Aku membuang pandangan keluar. Tak lama kemudian dirimu datang entah darimana. Aku memperhatikanmu. Kamu hanya berdiri di luar. Itu karna kondisimu yang setengah kuyup.
Kamu hanya menyuruh seseorang masuk dan memesan entah apa aku lupa. Eh, ngomong2 itu siapa? Adikmu ya?

Beberapa menit berlalu, pesananku telah siap. Kamu masih berdiri di luar. Aku mengambil bungkusan bakso itu lalu segera meraih payung. Bersiap pulang. Dan kamu masih menunggu.
Sesaat aku pun berada di luar. Di sampingmu tepatnya. Sambil mengembangkan payung, aku sedikit menatapmu. Hanya sedikit saja. Dan kamu juga menatapku. Ya tuhan, matamu. Aku kaku. Mataku terhanyut.
Bintang pasti iri atas apa yang ku lihat sekarang ini. Indah. ^^

Kamu hanya menatap diam. Aku tersenyum basi. Aku bergegas pergi.

Ternyata bintang di matamu menemaniku pulang.


Kamu tau, saat ini, saat malam semakin gelap, bintang itu bersinar di pikiranku. Bintang di matamu mengusik kantukku malam ini.

Eh, sepertinya kamu bukan orang sini, iya kan?
Kapan bisa ketemu lagi? Aku hanya penasaran. ^^

(Simabur-Padang, 060911)

Saturday, 3 September 2011

Good bye, Ramadhan..

Ramadhan berakhir.
Banyak kisah yang gw alami dalam sebulan ini. Ada suka, ada duka. Tapi maap gw gak bisa nulisnya di sini.
Klo di ibaratin sebuah sinetron, bahagia dan airmata silih berganti tayang di season ramadhan gw kali ini.
Tapi percayalah, gak ada hal yang di lebay2in buat naikin rating.

Gw ucapin makasih banyak pada pihak yang udah terlibat. U make my story so colorful (ntar lebaran ke rumah ya.. ^^)
.
Buat sang sutradara, gw percaya, Dia adalah sutradara terbaik.
Thanks! :)
Sebagai bukti, gw sering berharap suatu saat bisa jadi aktor terbaik. Lalu kemudian sutradara gw bikin cerita yang lumayan berat. Susah buat gw buat dapetin feelnya. Tapi gw tau 1 hal, ini tujuannya buat ngebantu gw biar jadi aktor terbaik.
Gw gak boleh ngeluh. Itu hanya bikin gw gak fokus saat ngejalani syuting biar sesuai dengan skenario. Jadi, gw harus mencoba menikmati. Lagian ini kan cuma panggung sandiwara. :)

Season ramadhan kali ini sangat berkesan bagi gw.
Beda banget. Banyak pengalaman gw yang rasain.

Di setiap cobaan hidup, meski gak dapetin kebahagiaan, tapi pasti ada pelajaran di dalamnya. Dan dengan itu mudah2n gw bisa lebih bijaksana menjalani kehidupan gw ke depannya.

Ok. Lanjuut..

Sebulan sudah berlalu. Season ramadhan pun berakhir. Ini saatnya gw mulai edisi spesial idul fitri.

Detik2 hari kemenangan menjelang. Takbir saling bersahutan. Ribuan salam maaf pun bertebaran.
Tapi edisi idul fitri ini agak beda dari idul fitri gw sebelumnya. Ini pertama kalinya gw gak lebaran di rumah (hiks, kangeeeen..T_T).

Alasannya, gw cuma mo nyoba lebaran di tempat lain. Tapi padahal sebenarnya gw kangen rumah. Bangeeettt..
Lantunan takbir bikin gw jadi makin sedih. Gw jadi inget suasana lebaran di rumah.
Gw kangen nyokap (i miss u so). Gw kangen kumpul ama keluarga gw. Hiks.. :(

Tapi yah, mo gimana lagi. Ini udah keputusan gw. Ntar insya allah H+3 gw mudik.

Hmm.. Udah jam 6. Gw mo siap2 dulu ah..

Mo tau lanjutan cerita gw tentang edisi idul fitri kali ini?
Nantikan terus ya.. :p


[mohon maap lahir batin] ^^