Thursday, 31 October 2013

About this song


oke.. ini lagunya.. iya gue tau ini mungkin gak bakal terjadi ama gue suatu saat nanti.. i dont know..

"I Can Wait Forever"
You look so beautiful today
When you're sitting there it's hard for me to look away
So i try to find the words that i could say
I know distance doesn't matter but you feel so far away
And I can't lie
Every time I leave my heart turns gray
And I wanna come back home to see your face tonight
Cause I just can't take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it won't stop bleeding
But I can wait
I can wait forever

You look so beautiful today
It's like every time I turn around I see your face
The thing I miss the most is waking up next to you
When I look into your eyes
Man, I wish that I could stay and I can't lie
Every time I leave my heart turns gray
And I wanna come back home to see your face tonight
And I
Cause I just can't take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it won't stop bleeding
But I can wait
I can wait forever

I know it feels like forever
I guess that's just the price I gotta pay
But when I come back home to feel your touch
Makes it better
Until that day
There's nothing else that I can do
And I just can't take it
I just can't take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But i can wait
I can wait forever (I can wait forever)
When you call my heart stops beating
When you're gone it won't stop bleeding
But I can wait
I can wait forever
I can wait forever
I can wait forever...

Friday, 25 October 2013

Drama labil

"Cukup, Mas. Cukup! Aku minta maaf." Ujar sang istri setengah berteriak.

"Tiada maaf bagimu perempuan sepertimu. Cuih!"

Malam itu sekitar pukul 8, sepasang suami istri sedang bertengkar hebat. Sang suami masih mengenakan baju kerja. Dengan dasi yang melonggar di leher di tambah paduan kemeja putih yang kerahnya sudah kehitaman oleh daki keringat. Belum mandi dia.

Sang istri duduk menunduk di sofa. Tak berani melihat wajah suaminya yang tampak mengkilat. Berminyak.
"Tapi aku tidak bermaksud demikian, mas." Ujar sang istri mengiba.

Suami itu masih berdiri dengan badan bergetar dan tanpa suara (on silent mode). Tatapannya tajam ke arah sudut langit rumah. Sangat menakutkan. Cicak yang berada tepat disana, yang sedang diam-diam merayap, merasa cemas. Lalu segera kabur menghilang ke dalam plafon yang bolong oleh tetesan air hujan.

"Jadi kamu masih tak mau mengaku?! Menganggap ini semua adalah salah pahamku?!" Si suami menggeleng pelan. Matanya menyipit sinis. Persis Fitrop.

Malam semakin mencekam. Suara guntur bersahutan. Kain jendela melambai tertiup angin dari luar.

Di ruang tengah terdapat seorang baby sitter dan juga bayi berumur sekitar satu tahun. Baby sitter itu hanya bisa menyaksikan. Tak mengerti apa2. Dia baru bekerja di rumah itu sejak beberapa hari yang lalu. Tapi dia terus khusyuk menyimak. Mencoba menganalisa apa inti sebenarnya yang sedang terjadi. Umurnya sekitar 20an dengan rambut yang di kuncir kuda.

Dan bayi itu. Tak seharusnya dia berada disana. Dia tampak cuek. Ya, dia masih terlalu suci untuk harus mengerti hal yang demikian. Tapi walaupun begitu, bayi juga punya kepekaan. Sesekali emosinya keluar. Terlihat ikutan nyesek dengan napas yang cepat melalui hidung. Matanya melotot. Tangannya memukul2 wajah baby sitter yang khusyuk tadi, yang tanpa sadar terus menyuapinya, sementara bubur di dalam mulutnya masih belum di telan semua.

"HEIII!!!" Tiba-tiba suami berteriak keras. Menggelegar seisi rumah. (Dia mencoba menarik lagi perhatian di saat kita sedang terfokus pada bayi dan baby sitter. Hmm..).

Sang istri terkejut hebat seketika.

Si bayi tersedak. Terbatuk. Buburnya menyembur.

Si baby sitter terjengkang. Lah??

"Jelaskan padaku, kemana duit2 itu?! Dan apa keperluan pak haji Muhidin itu datang ke rumah beberapa hari ini?!" Lanjut sang suami. Masih dengan nada tinggi. Plus vibra yang menguat di akhir kalimat.

Si istri mengangkat wajahnya perlahan. Mencoba bersikap tenang. Dia tak mau ikut terbawa emosi.

"Maaf sebelumnya, mas. Duit itu sebenarnya aku tabung. Investasi untuk masa depan kita. Untuk kejahteraan labil ekonomi keluarga kita nantinya. Pak haji itu menawarkan bisnis door to door atau usaha pintu rumah kerlap kerlip, semacam itu. Berhentilah berkontroversi dengan hatimu, mas.  Jangan terkudeta oleh hawa nafsu. U're thirty nine of your age. Grow up, mas.. Grow pliss.. Nanti jadi belikan aku mobil kan, sayang?" Sang istri memegang lengan suaminya dengan kedua tangannya. Dengan raut wajah manis. Sedikit merayu.

"Halah! Jangan sok intelek. Jangan berbelit-belit. Apa sebenarnya yang sedang kau sembunyikan dariku?!" Suami itu terus saja bicara dengan suara besar.

"Tidak ada, mas. Tidak adaaa.. Huhuhu.. Uhuk.. Huhu.." Istrinya terisak sedih. Pegangan tangannya terlepas.

Sang suami menatap ubin yang berdebu. Tampak belum di pel.

Baby sitter yang juga merangkap sebagai pembantu di rumah itu kaget menyadari kelalaiannya. Seketika itu dia langsung sok sibuk menyuapi sang bayi dengan senyum yang di buat-buat. Bayi itu diam. Tak mau membuka mulut. Dia tau baby sitter itu sedang mencoba lari dari kesalahan. Dasar.

"Dan apa maksudmu berbicara ala Vicky itu?! Bisakah kau bicara normal saja?"

Tiba-tiba isak tangis sang istri tertahan. Menatap suami dengan heran. Penuh tanda tanya.

"Mas tau dia? Siapa dia sebenarnya?"

"Tak usah mengalihkan topik pembicaraan. Aku tau dia. Hmmm..."

Kemudian suaminya mendadak jadi pribadi yang tenang dan santun. Sangat super sekali. Lalu dia ikutan duduk. Menatap dalam mata sang istri. Mimik wajahnya menjadi sangat serius. Lalu mengambil sebatang rokok dan menaruhnya di atas kuping.

"Vicky adalah seseorang yang sangat master. Hasil dari perpaduan engine cool steel dari Universitas Cembrij dan kelompok bermain di TK Karang asih. Dia lulus dengan predikat high master cum laude de vacto." Suami menjelaskan dengan kalem. Nafas yang teratur. Tangannya juga ikutan bergerak, memberi kesan bahwa apa yang di bicarakannya adalah sangat benar.

"Apa itu high master cum laude de vacto, mas?"

Sang suami mengambil rokok yang di kupingnya tadi. Menyalakannya. Mengeluarkan asap perlahan dari mulutnya dan mulai bicara lagi.

"Itu adalah proses, atau hasil silang, atau kejadian yang hanya bisa di peroleh dengan perhitungan kimia lengkap. Dimana ada bagian2 atau unsur yang tak tentu yang bisa menjadi solusi ajaib. Banyak orang yang belum mengerti apa itu solusi atau solusyen."

Sang istri mengeryitkan dahi. Mencoba mencerna penjelasan suaminya.

Beberapa saat kemudian. Tiba-tiba..

"APA INI?!?!"

Terdengar teriakan dari si baby sitter. Bayi yang di dekatnya kembali tersedak.

Rupanya ada sms masuk ke hapenya. Sms dari operator. Maklum, si baby sitter ini sangat berharap akan datangnya sms dari someone specialnya. Sudah beberapa hari cowoknya di kampung tak menghubungi. Yah, derita LDR.

Baby sitter itu pun galau. Menuju ke luar rumah. Berlarian di tengah rintik hujan.

Sang suami terlihat senyum-senyum sendiri. Lalu terkekeh sambil bilang "Saparatozz!"

"Mas! Kenapa gaya biacaramu jadi seperti Tony Blank? Sadar, mas! MAASSS..!!!" Istrinya cemas.

Sang bayi masih sibuk terbatuk-batuk sendiri.

Tak lama kemudian terdengar deru mobil memasuki garasi. Sepasang suami istri tampak baru pulang dari belanja dan langsung menuju ke dalam rumah.

"Pa, baby sitter yang baru itu, siapa namanya, kemana ya? Masa' bayi kita di tinggal sendiri seperti ini? Duh, TV di biarin menyala lagi."

Kemudian TV mati. Usai sudah drama suami istri yang berjudul "Duit arisan yang tertukar".

Wednesday, 16 October 2013

About this song

hello my blog. how do you do? do you miss me? *kretekin jari*

tadinya gue pengen nulis tentang lagu Simple Plan yang judulnya ____________ tapi gak jadi. padahal dari kemaren2 udah gw rencanain.

entah kenapa lagu itu nyentuh gw banget (kemaren itu). bikin sedih. pengen nangis. lebay gitu ya haha. tapi terserah sih. klo elu di posisi gw dan denger lagu itu mungkin bakal rasain juga apa yang gw rasain. atau juga nggak. hhmm...

lagi gak enak mood gw nulis tentang ini. jadi ntar aja lah.

lagi laper banget gw.

Sunday, 22 September 2013

Congratulation :)

hari minggu, 22 September 2013


lumayan cape. sore pas maghrib nyampe pondok lalu tepar. pusing. kenapa ya klo gw lagi cape gitu jadi pusing? istirahat nguling-nguling trus mandi. baru mendingan. jadi agak dingin kepala gw. apa ada hubungannya dengan mandi ya? hmm.. padahal gw rajin loh mandinya.. :)

tapi beberapa ada yang bilang itu gejala darah rendah. duhh.. bener gak sih?

sholat Maghrib. salam. langsung di sambut oleh azan isya. waww, perfect. perhitungan yang tepat. ehh..

mungkin karna kelamaan nguling. gak inget waktu. lagian gw gak make jam. jam tangan gw udah kritis talinya. males make jadinya.

jadi, kemaren itu ada lomba Hadroh di PIM (Palembang Indah Mall). mulainya jam 1.30 dan selesai sekitar jam 5an. PPA Jami'atul Qurro' ngirim dua tim hadroh, Al-Mumtaza (ini tampil no urut pertama) dan An-Nahla (no urut 12). 

dan alhamdulillah Hadroh An-Nahla (ini page fesbuknya) mendapatkan juara satu. pengumuman juaranya bisa di liat di koran sumeks hari ini.

di PIM kemaren itu..

gw nyampe di PIM nya sekitar jam 12an. trus nunggu rombongan. liat2 keadaan, keliling cuci mata. soalnya sebelumnya di adain lomba nasyid dulu. abis itu baru hadroh.

dari beberapa tim nasyid yang tampil, gw salut ama yang ada beatbox nya. keren abis. tapi gw masih heran, itu yang beatboxer tiap main kok mic ama mulutnya di tutupin gitu? takut gerak mulutnya keliat trus di contoh ama orang2? atau biar (ehm) gak hujan lokal? secara kan mulutnya banyak gerak. heuheu.. :p

btw, di waktu dan mall yang sama kemaren itu, ada dance competition. sebelahan gitu. untunglah suaranya gak saling denger. sama2 heboh soalnya.

bayangin aja, yang satu dance. yang satu sholawatan. temen gw bilang ini kayak surga neraka. tapi gw lebih seneng bilangnya hot 'n cool aja. yang dance itu, ya taulah gimana kostum dancernya. yang satunya sholawatan, bikin adem. eh tapi itu kan tergantung pribadi masing2 juga sih. yang mana yang bikin enjoy.

sempat gak kuat iman, akhirnya gw nonton dance bentar. ada sedikit kontroversi di hati gw. berhubung gw kemaren pke baju biasa, bukan yang islami gitu, jadi statusisasi gw sebagai penonton bisa di kondisikan lah. kan aneh klo nonton dance trus pake baju koko ato jubah. meskipun ada beberapa yang gw liat gitu. maklum ajalah, namanya juga anak-anak. emosinya masih labil, gak menghiraukan statusisasi, yang penting happy, selama hatinya gak berkontroversi. hhhh.. bagi yang gak ngerti, silahkan cek terjemahannya di vicky-translete.

btw gw lagi bikin sticker mobil buat Hadroh An-Nahla. buat di kaca belakang. yupp, kayak yang biasa foto caleg gitu. ada yang tau tempat bikinnya gak? klo menurut gw sih, mungkin di aksesoris mobil itu ada kali. klo di percetakan buku2, hm.. kurang tau juga..



sekali lagi, congratulation buat Hadroh An-Nahla :))

Thursday, 12 September 2013

Roronoa Zoro

Ini sedikit gue posting foto tokoh favorit gue di OP yaitu Roronoa Zoro. Sebenernya banyak gue nemuin foto2 kerennya di internet. Tapi ntar lama loading mostingnya. Jadi gue masukin dikit aja. Yang menurut gue keren gambarnya dan momenny yang juga keren. Maap kalau gambar Zoronya masih model lama. Sejak mereka pisah dan mau kumpul lagi itu, gue gak update lagi ceritanya. Tapi masih tetap ngefans kok ;)


 





 



Friday, 6 September 2013

Menghafal


Oke jadi tulisan ini gw bikin berdasar pengalaman gw. Pengalaman gw di pondok, baik sewaktu menghafal ataupun menyimak. Maaf kalau banyak kekurangan.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan selama menghafal alqur'an adalah : tata cara menghafal, target dan konsistensi.

Setiap orang punya daya ingat yang berbeda-beda. Cara mengingat pun beda. Ada orang yang kalau gini, baru bisa ingat.

Ada banyak buku cara-cara mengahafal yang baik. Cari aja di toko, ada banyak itu. Dan kalau boleh gw nyaranin alangkah baiknya kalau cara kita mengahafal itu kita sendiri yang membuatnya. Kita lebih tau tentang bagaimana daya otak kita.

Mungkin bisa di mulai dengan mencari waktu yang pas. Gw pernah ketemu beberapa ustad yang hafal al-qur'an dan berpengalaman di bidang itu. Mereka bilang kalau waktu subuh adalah saat yang tepat untuk menghafal. Baik sebelum atau ba'da subuh. Gw setuju. Thats a great thing, saat kita memulai hari kita dengan membaca al-qur'an.

Dan dulu sewaktu gw di pondok, sore adalah waktu yang di saranin ustad. Selain mungkin karna pagi mau sekolah, jadi waktunya mepet. Dan juga kalau sore (ba'da ashar) adalah waktu yang fresh. Jadi sebelum ashar bisa digunakan untuk istirahat terlebih dahulu.

Dan yang paling penting, jangan lupa berdoa sebelum memulai menghafal.

Kalau gw dulu caranya gini. Kan pake qur'an pojok gitu. Perhalaman ada 15 baris. Gw menghafal per/ lima baris. Dan setiap lima baris itu itu di hafalin sebaris2 dulu. Kalau langsung fokus ke satu halaman langsung, itu kelihatan berat bagi gw. Jadi mending ngafalnya per lima baris.

Lanjut, kalau rasanya udah nempel yang 5 baris tadi, langsung pindah ke lima baris berikutnya. Jadi bakal ada 3 tahapan. Dan gw usahain tiap tahapan itu hafalannya nempel kayak perangko (apaseeh). Jadi kalo udah abis tahapan yang terakhir, dan pas ngulang yang tahap pertama itu gak susah2 amat.

Nah kalau udah hafal itu di setorkan atau di minta simak oleh ustad/pembimbing. Usahain lancar. Karna kalau pas nyetor hafalan itu udah lancar, itu akan berakibat baik pas ngulangnya. Begitu juga kalau nyetornya ada salah disana sini.

Oke, setelah menemukan cara menghafal yang cocok, mulailah untuk memasang target.

Klo gw di pondok dulu, samalah kayak pondok2 tahfizh biasanya, sehari sehalaman. Tapi ya namanya juga masih labil. Adalah nakal2 nya dikit. Target perhari nya dapet, tapi gak konsisten. Hari ini menghafal, besoknya nggak. Ehemm..

Namanya juga hidup, ya pasti ada tantangan. Disinilah konsistensi kita di pertanyakan.

Jadi gw mau berbagi sedikit motivasi. Maaf aja kalau gak mempan. Klo di bandingin ama golden ways ya jauh. Anggaplah ini bronze ways atau apalah. Lagian ini gw juga ngopy. Hikk..

Ada yang tau sosok hartadinata harianto? Boleh di googling sendiri. Gw kasih bocoran, dia ini motivator muda.

Gw pernah nonton dia pas lagi live di tvone. Dia di minta orang tv itu buat ngasih motivasi. Gw jelasinnya singkat aja. Katanya ada tiga kunci untuk mencapai cita2, yaitu : 

1) motivasi. Kalau dalam menghafal ya niat kita.
2) percaya diri. Percaya sama kemampuan diri. I CAN DO THIS!
3) determinasi atau daya juang. I'LL DO ANYTHING!


Oke, semoga bermanfaat. Bye :)

Thursday, 29 August 2013

My lucky life

gue bukan da'i, bukan penceramah. gue gak mahir ngomong depan orang banyak. gue nyadar ilmu gue terbatas. gue cuma pengen nulis. dan semoga bermanfaat. klo ada salah, gue mohon maaf dan mohon di tegur.

setelah apa yang gue lakuin dan jalanin beberapa hari belakangan ini, gue belajar sesuatu dari kehidupan yang keras ini (eyyy..).

jadi gini, ada kalimat yang terngiang2 di kepala gue. gue belum pernah baca ataupun denger kalimat ini. begini kalimatnya : "saat kita bukain pintu kemudahan urusan bagi orang lain, maka Allah juga bukain pintu kemudahan bagi kita." gue gak bilang ini kelimat gue yang bikin. ini cuma sesuai dengan apa yang gue rasain.


begitulah. kita semua tau, berbuat baik itu gak ada yang sia2. pasti ada timbal baliknya untuk kita. dan gak usah di minta. Allah tau. Allah maha melihat yang kita lakuin.

dan gue teringat omongan dari ustad Irmansyah. ada sebuah hadits begini "Dari Abu Darda’ ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Doa seorang muslim kepada saudaranya dengan tidak diketahui saudaranya itu mustajab [dikabulkan], pada seorang muslim itu ada malaikat yang diberi tugas supaya tiap ia mendoakan baik kepada saudaranya, maka malaikat yang diberi tugas itu mengucapkan: “Semoga Allah berkenan mengabulkan, dan buat kamu juga seperti itu.” (HR Muslim)

kita doain orang lain biar diberi kebaikan, maka kita juga di kasih kebaikan yang sama. udah gitu yang doain kita malaikat lagi. subhanallah..

di surat Al-Isra ayat 7, artinya "Jika engkau berbuat baik kepada orang lain, maka sesungguhnya engkau telah berbuat baik untuk dirimu sendiri."

kelakuan baik kita gak akan kemana2. semuanya akan berbalik ke kita. gak ada perbuatan baik yang sia2.

gak bermaksud sombong atau riya, saat gue nyoba bantuin orang yang minta tolong ama gue, then i feel its gonna be a good thing for me. akhirnya, saat gue lagi urusan dan nyeleseinnya itu kayak lancar aja. mungkin ini balasan bagi gue. eh gue gak nganggap berarti diri gue baik lho ya. gue cuma seneng banget bisa bermanfaat buat orang2 di sekitar gue. thanks God..

gue beruntung punya kehidupan kayak gini. dan juga lingkungan gue. dan orang2 di sekitar gue. thanks God for bring them in my life. they are good people. bless them all, God. Amiin..