Thursday, 29 August 2013

My lucky life

gue bukan da'i, bukan penceramah. gue gak mahir ngomong depan orang banyak. gue nyadar ilmu gue terbatas. gue cuma pengen nulis. dan semoga bermanfaat. klo ada salah, gue mohon maaf dan mohon di tegur.

setelah apa yang gue lakuin dan jalanin beberapa hari belakangan ini, gue belajar sesuatu dari kehidupan yang keras ini (eyyy..).

jadi gini, ada kalimat yang terngiang2 di kepala gue. gue belum pernah baca ataupun denger kalimat ini. begini kalimatnya : "saat kita bukain pintu kemudahan urusan bagi orang lain, maka Allah juga bukain pintu kemudahan bagi kita." gue gak bilang ini kelimat gue yang bikin. ini cuma sesuai dengan apa yang gue rasain.


begitulah. kita semua tau, berbuat baik itu gak ada yang sia2. pasti ada timbal baliknya untuk kita. dan gak usah di minta. Allah tau. Allah maha melihat yang kita lakuin.

dan gue teringat omongan dari ustad Irmansyah. ada sebuah hadits begini "Dari Abu Darda’ ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Doa seorang muslim kepada saudaranya dengan tidak diketahui saudaranya itu mustajab [dikabulkan], pada seorang muslim itu ada malaikat yang diberi tugas supaya tiap ia mendoakan baik kepada saudaranya, maka malaikat yang diberi tugas itu mengucapkan: “Semoga Allah berkenan mengabulkan, dan buat kamu juga seperti itu.” (HR Muslim)

kita doain orang lain biar diberi kebaikan, maka kita juga di kasih kebaikan yang sama. udah gitu yang doain kita malaikat lagi. subhanallah..

di surat Al-Isra ayat 7, artinya "Jika engkau berbuat baik kepada orang lain, maka sesungguhnya engkau telah berbuat baik untuk dirimu sendiri."

kelakuan baik kita gak akan kemana2. semuanya akan berbalik ke kita. gak ada perbuatan baik yang sia2.

gak bermaksud sombong atau riya, saat gue nyoba bantuin orang yang minta tolong ama gue, then i feel its gonna be a good thing for me. akhirnya, saat gue lagi urusan dan nyeleseinnya itu kayak lancar aja. mungkin ini balasan bagi gue. eh gue gak nganggap berarti diri gue baik lho ya. gue cuma seneng banget bisa bermanfaat buat orang2 di sekitar gue. thanks God..

gue beruntung punya kehidupan kayak gini. dan juga lingkungan gue. dan orang2 di sekitar gue. thanks God for bring them in my life. they are good people. bless them all, God. Amiin..

Tuesday, 27 August 2013

just post a photo


foto lama. baru ketemu. abis di scan..
klo gak salah ini abis sholat Jumat foto ini di ambil. siang (ya eyalaa). panas.

alhamdulillah banget saya bisa kesini..

Monday, 26 August 2013

aku dan duniaku

aku bersantai di lautan seorang diri
mencoba membujuk samudera untuk bercanda tawa bersama
juga kalau bisa berdamai dengan badai
hanya bermaksud ingin menikmati laut dengan tenang
namun dari kejauhan tampak seekor hiu sedang menyeringai mesra menatapku
giginya yang runcing berderet rapi

oh, aku belum mahir benar berenang
aku butuh malaikat penolong

...

suatu ketika ku ketakutan berlarian di keheningan malam
saat itu awan gelap menghisap cahaya bulan tanpa sisa
bintang yang cemas hanya mengeluarkan sinar pudar
aku tak bisa melihat tujuan
dan tiba-tiba kakiku terperosok lubang
sayup aku mendengar cekikikan tikus tanah. sial!

...

aku penasaran bagaimana rasanya menggenggam puncak gunung
tapi batu besar yang kokoh selalu menghalangiku
juga tebing terjal yang mempermainkan tubuhku hingga lelah
kemudian terjerembab. terhempas
terguling menjauh dari kawah yang menganga lebar
dia kelihatan sedang berteriak mengusirkuku. hhh..

aku mendapati diri di pelosok hutan tak dikenal
pohon besar tinggi menjangkau langit
akar yang kekar merambat membuat langkah susah
jangan banyak bergerak
lihatlah, rumput liar berduri tajam siap menoreh luka
juga ular-ular ganas yang sedang tertidur pulas di sela semak-semak

ku menarik diri ke tepian laut

ombak menghiburku dengan gerakan menggulung yang indah
gemulai. seperti mengajakku menari bersama
aku terlena. mendekat. aku mulai basah
dan tanpa sadar ternyata dia sedang berusaha memaksaku berhenti bernapas

- aku perlu bicara banyak dengan duniaku -

duniaku ingin membunuhku

Monday, 19 August 2013

Blog lagi

Tampilan blog gw di ganti lagi. Buat penyegaran aja. Yang ganti kemaren itu tampilannya bagus tapi klo di hape itu tampilannya jadi gelep. Tulisannya gak kebaca. Ini gw coba yang baru. Kali aja gak nganeh lagi.

Btw, gimana kabar blog gw yang satunya lagi ya?

Mampir dulu ah..

......

Well, lumayan lega. Curhat abis2an di blog yang satunya. Private. Jadi gw bisa nulis apa aja.

Mau baca buku, tapi godaan leptop ini cukup menarik hati. Buku gw masih tersusun rapi. Mau nulis dikit lagi aja. Penting gak penting. Namanya juga kangen ngeblog.

*now listening careless whisper*

Gw jadi agak mellow bawaannya. Mau nulis tentang kegalauan? Mmm..

Cinta itu.. *deuh, mulaiiii..*

Gak jadi ah.

*next listening contradanza - vanessa mae*

Jadi cemungudh nih. 

Okee.. Jadi sodara2 sekalian..

Liga inggris itu sekarang tayangannya gak asik kayak musim kemaren. Kebanyakan partai di beli ama TV berbayar. Mudah2n gak termasuk yang bigmatch. Bakalan jarang liat tottenham main. Errrr..

Pengen ngedit foto tapi lagi gak ada ide. Klo gw liat2 kayaknya udah gak jaman lagi ngedit foto dengan tema nuker wajah. Sekarang lebih banyak tema comic.

...

Bye..

Sunday, 18 August 2013

My Blog

Assalamualaikum. Wr. Wb

Selamat lebaran, mohon maaf lahir bathin. Minal aidin wal faizin..

Udah lama gak ngeblog. Terakhir itu bulan Mei. Ini udah bulan Agustus. Hmm..
Bingung mau nulis apa. Gw juga udah jarang baca akhir2 ini. Bikin males mikir. Ada sih beberapa buku yang numpuk di kasur gw, nunggu buat di baca. Tapi entah kenapa buku itu gw cuekin. Gak tergoda sedikitpun. Yah mudah2n dengan nulis postingan ini otak gw agaknya bisa mulai bekerja dan bikin nafsu baca gw jadi on lagi.

Lebaran kemaren gw di rumah. Mudik bareng sepupu. Alhamdulillah banget ya. Karna awalnya kan gw ama adek gw udah mesen tiket bus. Trus itu di cancel. Klo gw pernah bilang perjalanan Palembang – Padang itu memakan waktu kurang lebih 18 jam, nah itu kayaknya mau gw koreksi. Soalnya waktu gw pulang ama sepupu naik mobilnya beliau, mobil pribadi, itu Cuma 16 jam. Agak cepet. Eitt, tapi tunggu dulu. Masih ada lagi. Sewaktu gw balik ke Palembangnya lagi, gw ikut ama sodara (alhamdulilah lagi). Yang nyupirnya lumayan ngebut. Eh bukan lumayan sih. Ngebut banget malah -_-

Itu kita udah brenti sekitar sejam pas istirahat sholat Jumat ama makan. Dan kurang lebih nyampe Palembangnya sekitar 15 jam. Waw..

Jadi, klo menurut gw perjalanan ke Padang itu sekitar 16-18 jam lah. Tergantung kecepatan juga. Waktu itu gw nyamainnya ama Bus yang 18 jam itu. Klo mobil pribadi kan beda. Bisa nyalip, ngebut dan mau brenti atau nggak itu bisa di atur.

Well, ini gw bikin postingan ama laptop uni gw yang udah di hibahkan ke gw. Ini tulisan pertama gw di laptop ini. Semoga selanjutnya bisa bikin postingan2 yang selanjutnya atau bisa bikin buku/novel kayak cita2 gw. Amiin..

Oke, gw mau browsing2 dulu ama download gambar/foto. Gambar disini masih dikit. Dan kebanyakan fotonya masih di isi oleh penghuni lama. Ntarlah gw isi ama foto2 gw.


Semoga abis lebaran ini kita bisa menjadi hamba yang lebih baik. Amiin..
Salam lebaran.
Wassalamualaikum. Wr. Wb

Tuesday, 28 May 2013

Keep calm and read al-qur'an


Malam itu, kawan..


Dont judge people by their past. They'r dont live there anymore

Mengingat masa lalu. Layaknya meniti langkah2 lama yang terkadang terjal dan juga mulus lancar.

Ini kisah gw sewaktu masih di asrama dulu.

Namanya juga hidup, pasti ada sedih dan gembiranya. Ada baik dan buruknya. Nah disini gw mau ceritain yang agak kurang baiknya. Eh maksud gw, soalnya kalau cerita yang baik2 itu terlalu mainstream kayaknya ya. Lagian itu mungkin bagian buat teman gw yang lain ajalah yang nyeritainnya. Trus juga ini nyeritain yang kurang baik itu asik. Sangat berkesan soalnya, saudara-saudara.. hehehe :D

Ok. Mari kita mulai..

Cerita ini bermula dari sebuah rumah terpencil yang terletak di puncak perbukitan. Satu-satunya bangunan kokoh yang ada di atas sana. Saya dulu pernah tinggal disana sekitar 6 tahun.

Rumahnya tidak terlalu besar, tapi cukup luas. Beratapkan asbes berwarna hijau dengan dinding bercat putih. Di dalamnya terdapat empat kamar tidur, dan 3 kamar mandi. Juga terdapat ruang tamu, ruang tengah dan dapur. Sejatinya itu adalah rumah yang di peruntukkan bagi karyawan di sebuah perkebunan PT. Tepat di samping kiri, sebelah dapur, sebuah pohon Akasia yang tidak terlalu besar memberi kesan rindang di siang hari.

Penghuninya di dominasi oleh anak-anak. Selain itu ada remaja tanggung dan juga beberapa yang mulai beranjak dewasa. Di antara mereka mungkin hanya satu dua yang memiliki pertalian darah. Pertemuan mereka satu sama lain berawal disana. Namun perlu di ketahui di akhirnya, kedekatan di antara mereka layaknya sudah seperti sebuah keluarga besar.

Kalau tempat itu dinamai rumah singgah, bukan sama sekali. Asrama lebih tepatnya. Mereka di pimpin oleh seorang paruh baya yang sangat sabar. Kita panggil saja bapak. Bukan eyang ya. Hehehe..

Di atas sana, puncak perbukitan, kita akan di manjakan oleh sapuan angin lereng yang tiada henti. Sangat sejuk. Di sekelilingnya, panorama hijau yang cukup memanjakan mata. Khas daerah perkebunan. Lerengnya di hiasi rumput-rumput liar yang tidak terlalu tinggi. Tanaman sawit yang masih kecil menyeruak di tengah rerumputan liar, letaknya jarang-jarang dan sebagian sudah hancur menyembul dari tanah. Diserang oleh hama babi hutan.

Lanjut pemandangan bagian belakang bangunan tersebut, dimulai dari kaki bukit, hamparan hijau khas hutan belantara terpampang sejauh mata memandang. Pohon-pohon tinggi menjulang berjejer indah. Sesekali terdengar suara-suara hewan yang mungkin sedang meributkan sesuatu. Atau terkadang ada yang mendekat, menampakkan dirinya dengan sok akrab di sela-sela dahan pohon. Oh iya, di dalam sana juga terdapat sungai kecil yang tenang.

....
Maaf kalau ada salah kata. Namanya juga kisah lama. Hehehe..

Disini sepertinya tidak ada hikmah atau pelajaran yang bisa di ambil. Ya hanya sekedar mengingat2 saja, kawan :)

Baiklah, mari kita melayangkan pikiran kita ke beberapa tahun yang lalu."
....

Malam itu, kawan..

Bulan menampakkan diri seperti biasa. Angin yang tak terlalu heboh. Pelan saja. Malam yang cukup tenang.
Hanya sesekali terdengar bunyi jangkrik atau binatang malam yang lain.

Kondisi rumah pun tampak biasa saja. Semuanya sibuk dengan diri masing-masing. Membaca apa yang ingin mereka baca. Atau pun melakukan hal lain. Tak ada suara riuh atau gerak yang gaduh.

Tak beberapa lama kemudian, sang bapak tampak bersiap meninggalkan asrama. Ada perlu sebentar, katanya. Di temani oleh seorang remaja, mereka berdua menerpa jalan perbukitan, menembus gelapnya malam. Menuju sebuah rumah kerabat di Koto, nama desanya.

Tak ada bapak di rumah. Nah, ini bagian serunya :p

Tak perlu menunggu lama, tak perlu menunggu komando, asrama mulai di landa keriuhan suara. Di kamar, di ruang tengah, bahkan dapur terdengar celotehan yang entah apa. Semakin lama semakin ramai. Hampir semuanya membuka suara. Ada yang tertawa ngikik, tertawa lepas atau hanya sekedar berteriak. Bebas, itu yang mereka rasakan saat itu.

Itu bukanlah hal yang bagus, kawan. Karna sebelum si bapak tadi berangkat, beliau berpesan jangan ada yang ribut selama beliau tak ada di asrama.

Tapi, dasar anak-anak..
Pesan hanya tinggal pesan. Masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. Hanya ada beberapa yang benar-benar mengikuti pesan si bapak tersebut.

Hukum alam, jika kita melakukan hal yang kurang bagus maka akan mendatangkan hasil yang kurang bagus juga. Semua orang tau itu, tapi hanya beberapa yang menyadarinya. *ellee.. gayanyaa..* :p

Malam semakin beranjak. Si bapak pun akhirnya kembali ke asrama. Tanpa di sadari oleh siapapun. Sialnya saat itu anak-anak sedang menikmati kebebasan "bersuara"nya.

Dimulai dari pintu depan. Terdengar pintu diketuk. Anak yang berada di ruang tamu segera berdiri membukakan pintu dan langsung....

Kemarahan si bapak langsung meluncur tak terbendung. Anak di ruang tamu jadi sasaran pertama. Entah apa yang terjadi, yang pasti ada kemunculan layaknya jurus seribu tangan menyerang anak tersebut. Yang berakhir dengan kondisi anak hanya duduk diam. Meringis sedikit.

Situasi rumah berubah mencekam seketika. Sangat cepat. Seperti sedang mendengar lagu dengan suara speaker yang menggelegar besar dan tiba-tiba seseorang memencet tombol mute. Sepi. Sunyi. Tak ada suara sama sekali.

Oke.
First stage : ruang tamu. Selesai!

Next..
Second stage : ruang tengah.

Disini klo seingat saya ada 2 orang. Yang pertama itu ada anak yang duduk menyandar ke dinding. Sebuah tangan dengan cukup cepat mendarat kepalanya. Tepat.

Ada bagian lucu bagi kami atas kondisi teman kami ini. Baik, coba anda bayangkan saat duduk menyandar di dinding dan kepala anda tetap berdiri tegak, berjarak sekitar 5-10 cm ke dinding. Begitulah posisinya.

Jadi saat tangan ini mengarah ke kepalanya, otomatis akan terpental ke belakang yang dimana disana sudah menunggu dinding. Double strike!

Di ibaratkan, sekali tangan melayang, dua dentuman menyakitkan mengiringi.

Saya rasa teman saya itu "right man on the wrong time and wrong place". Saya tak mendengar dia banyak bersuara saat si bapak pergi. Namun sudah nasib kali ya.. Heuheuheu..

Dan terus berlanjut ke anak-anak berikutnya yang berada di dalam kamar.

Ada kejadian menarik. Waktu itu ada seorang anak yang sedang berpura-pura mau berwudhu. Sementara air di kamar mandi itu tidak ada. Kering. Sungguh percobaan "ambil muka" yang gagal. Haha..

Alhasil, anak yang di kamar mandi itu mendapat ketokan sempurna dari gayung di kepalanya. Ketukan irama 4/4. Nada C minor. Sepertinya. Hehehe..
......


Demikian cerita ini :)
Nanti lain waktu kita lanjut lagi. Dan saya sudah memikirkan judulnya. Yaitu "jejak tangan di sore hari". Teman-teman saya pasti tau betul kisah ini. Hehehe..

Bye :))