Besok gue ada acara di kampus. Acara kecil2n. Acaranya sih kecil, cuma kontribusinya besar.
Setiap peserta di pungut bayaran 10rb rupiah. Trus juga harus bawa kado yang nilainya minimal 10rb. Kado ini nantinya saling tukar ama temen.
Gue bingung mo bawa kado apa.
Hm.. Coba pake jurus andalan aja. Jurus ini gue dapat sewaktu belajar BAM di bangku SD.
Katanya "Bamanuang saribu aka" yang artinya bermenung itu terdapat seribu akal.
Let's begin!
*sambil berbaring menatap langit2 trus menyilangkan tangan di belakang kepala*
Dalam lamunan sayup2 gue mulai denger ada suara..
"Akhi seorang pelajar. Menuntut ilmu sama halnya dengan berjihad di jalan allah. Klo akhir meninggal sekarang, insya allah syahid.
Akhi bawa bomb saja. Akhi kumpulkan paku, kabel, karbit dan mesiu. Tidak susah kok merakitnya, insya allah nanti ana ajarkan. Klo sudah selesai, masukkan dalam kotak kado yang akan akhi bawa. Jangan lupa sertakan surat wasiat untuk keluarga akhi".
(ini seperti kata2 rayuan gembong teroris yang lagi ngajak seseorang buat di jadiin calon penganten. Ih, serem!)
Tak berapa lama, ada suara lagi yang nyusul..
"Tidak usah bingung. Kasih duit saja. Pasti temen2 kamu pada seneng. Siapa yang bakal nolak coba?! Peja*at aja doyan. Nanti selesai acara kamu bisa pergi kemanapun kamu mau. Eiit, jangan lupa pake wig dan kacamata ya".
(wah, ada proses suap menyuap nih. Klo ketauan KPK bisa hancur gue!)
Perlahan suara itu hilang. Gak lama abis itu, gue denger lagi ada yang ngasih suggest..
"Saudaraku yang hatinya penuh harapan, berusahalah jadi pribadi yang baik bagi sesama. Buat orang di sekeliling anda bahagia karna kehadiran anda.
Semua pribadi yang besar dan berhasil, selalu memulai dengan melakukan kebaikan yang sederhana, di tempat dan di saat mereka masih kekurangan dan tidak terperhatikan.
Sebelum anda memberikan sesuatu kepada orang lain, tanamkan lebih dahulu ikhlas di dalam diri anda. Jadi kadonya tidak perlu terlalu wah. Yang penting isinya dan keikhlasan anda.
Tapi di saat anda memilih kado yang akan anda tukar, pilihlah kado yang bagus menurut anda.
Atau mungkin anda bisa mencari bocoran kado siapa yang paling bermanfaat bagi anda. Super sekali bukan? Hahahaha..".
(buset dah! Ini mario teguh bukan sih?)
Trus ada juga yang nimpali..
"Eike ada ide nih. Klo yey mawar siy. Beginong, salon eike kan lagi promosi.
Jadi yey bawa ini aja. Ini voucher salon eike.
Maklum, salon baru bo'. Pelanggan eike masih sastra dua.
Gimenong ne'? Plis..
Ntar kapan2 klo yey mawar pangkas rambutan, kesindang aje, eike kasih gretong deh.
Ok ya. Ya..
Yuuuk, marrree.."
(sorry ya mas, eh mbak. Gue udah tobat. Buruan kabur, ada razia tuh!)
Huh..
Jadi tambah bingung gue.
Somebody help me, please!
Wednesday, 24 November 2010
Sunday, 21 November 2010
kualat
Kualat : 1. 1 mendapat bencana (krn berbuat kurang baik kpd orang tua dsb); kena tulah; 2 cak celaka; terkutuk.
Kedengerannya ekstrim banget ya. Itu cuma prediksi terburuk gw aja.
Soalnya udah hampir sebulan kaki gue belum sembuh2 juga. Rekor pribadi gw nih. Biarlah cukup sampe segini aja, gw gak pengen ada kisah "akhirnya rekor gue terpecahkan" nantinya. Hiiii..
Bukannya mengeluh, hanya terbawa perasaan aja. Kemaren gw baca postingan "the story about my kaki 1&2". Kata temen gw, postingan itu sempat heboh. What?? Gue gak percaya sekaligus bangga.
Ternyata ada juga yang terketuk hatinya baca postingan gw. Padahal sasaran postingan gw cuma buat kalangan sodara ama temen deket aja. Belum untuk konsumsi publik. Ini yang enaknya dari postingan tsb.
Yang gak enaknya, postingan itu udah hampir sebulan. Bener2 gak terasa.
Waktunya maksud gue, klo sakit kaki gue mah terasa banget.
Gue udah lama gak masuk kuliah (klo sodara gue baca ini bakalan hancur gue). Males gue lagi mode: on.
Mungkin karna itu kali gue jadi kualat. Temen gue pernah bilang gitu (dasar! Enak aja bilang gw kwalat). Tapi gw pikir kayaknya ada benernya juga.
Glek!
Eh, nggak..
Nggak mungkin..
NGGAK MUNGKIN..
Ini nggak mungkin kualat.
Gue harus positif thinking ama Allah. Allah itu sayang ama gue.
Gue yakin ada hikmahnya di balik semua ini.
Huh.. Pasti kerjaan setan nih yang nyuruh gue bepikiran yang macam2 kayak gini.
Dasar setan! Pergi lu sana!
Kedengerannya ekstrim banget ya. Itu cuma prediksi terburuk gw aja.
Soalnya udah hampir sebulan kaki gue belum sembuh2 juga. Rekor pribadi gw nih. Biarlah cukup sampe segini aja, gw gak pengen ada kisah "akhirnya rekor gue terpecahkan" nantinya. Hiiii..
Bukannya mengeluh, hanya terbawa perasaan aja. Kemaren gw baca postingan "the story about my kaki 1&2". Kata temen gw, postingan itu sempat heboh. What?? Gue gak percaya sekaligus bangga.
Ternyata ada juga yang terketuk hatinya baca postingan gw. Padahal sasaran postingan gw cuma buat kalangan sodara ama temen deket aja. Belum untuk konsumsi publik. Ini yang enaknya dari postingan tsb.
Yang gak enaknya, postingan itu udah hampir sebulan. Bener2 gak terasa.
Waktunya maksud gue, klo sakit kaki gue mah terasa banget.
Gue udah lama gak masuk kuliah (klo sodara gue baca ini bakalan hancur gue). Males gue lagi mode: on.
Mungkin karna itu kali gue jadi kualat. Temen gue pernah bilang gitu (dasar! Enak aja bilang gw kwalat). Tapi gw pikir kayaknya ada benernya juga.
Glek!
Eh, nggak..
Nggak mungkin..
NGGAK MUNGKIN..
Ini nggak mungkin kualat.
Gue harus positif thinking ama Allah. Allah itu sayang ama gue.
Gue yakin ada hikmahnya di balik semua ini.
Huh.. Pasti kerjaan setan nih yang nyuruh gue bepikiran yang macam2 kayak gini.
Dasar setan! Pergi lu sana!
Saturday, 20 November 2010
coretan baseng
Sumiati di siksa. Kikim di bunuh dan di buang di tong sampah. Sadis. Kejam.
Ini yang kesekian kalinya terjadi. Udah banyak pendahulunya yang mengalami hal yang serupa dan tak jauh beda.
Mungkin ada yang mengaggap ini peristiwa yang lumrah. Ini bagian dari "job experience"nya. Atau barangkali ada yang berprinsip "no pain, no gain".
Pendaftaran TKI tak pernah sepi layaknya audisi.
Mungkinkah untuk jadi the next Sumiati? Mudah2n tidak..
Tak salah mereka dijuluki pahlawan devisa. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran (wikipedia).
Mereka berkorban untuk survive dan demi hak2 mereka. Tapi pengorbanan mereka sudah di luar batas kewajaran.
Siapa yang harus bertanggung jawab? Siapa yang patut disalahkan?
Tak ada yang mau jadi kambing hitam.
Ini yang kesekian kalinya terjadi. Udah banyak pendahulunya yang mengalami hal yang serupa dan tak jauh beda.
Mungkin ada yang mengaggap ini peristiwa yang lumrah. Ini bagian dari "job experience"nya. Atau barangkali ada yang berprinsip "no pain, no gain".
Pendaftaran TKI tak pernah sepi layaknya audisi.
Mungkinkah untuk jadi the next Sumiati? Mudah2n tidak..
Tak salah mereka dijuluki pahlawan devisa. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran (wikipedia).
Mereka berkorban untuk survive dan demi hak2 mereka. Tapi pengorbanan mereka sudah di luar batas kewajaran.
Siapa yang harus bertanggung jawab? Siapa yang patut disalahkan?
Tak ada yang mau jadi kambing hitam.
Friday, 19 November 2010
somewhere i want to go
*) Amrik. Ini impian gue dari kecil. Gue terinspirasi dari someone. Pokoknya gue pengen kesana. Pengen photo2 di patung Liberty.
*) St petersburg. Pengen ngerasain the white nights.
*) Pare. English land of Indonesia. Hehehe..
*) Jogja. Kota penuh seni.
*) Irlandia. Kota kelahiran Evanna Lynch. Kali aja doi lagi mudik. Hihihi..
*) Milan. Tujuan utama ke stadion Giuseppe Maezza.
*) Spanyol. Pengen nonton langsung duel El Clasico.
*) Paris. Romantis abis euy! Harus bawa pasangan nih.
Ada yang mau ikut?
*) Gang Dolly. Ehm.. Cuma penasaran aja. Gak ada niat mo gitu2an. Sumpah!
Gue harap suatu saat bisa ke salah satu tempat tersebut. Klo bisa sih, seeemuuuaaaanyaaaa, hehehe..
Ini impian gue. Semua orang bebas punya impian. Tul gak?
*) St petersburg. Pengen ngerasain the white nights.
*) Pare. English land of Indonesia. Hehehe..
*) Jogja. Kota penuh seni.
*) Irlandia. Kota kelahiran Evanna Lynch. Kali aja doi lagi mudik. Hihihi..
*) Milan. Tujuan utama ke stadion Giuseppe Maezza.
*) Spanyol. Pengen nonton langsung duel El Clasico.
*) Paris. Romantis abis euy! Harus bawa pasangan nih.
Ada yang mau ikut?
*) Gang Dolly. Ehm.. Cuma penasaran aja. Gak ada niat mo gitu2an. Sumpah!
Gue harap suatu saat bisa ke salah satu tempat tersebut. Klo bisa sih, seeemuuuaaaanyaaaa, hehehe..
Ini impian gue. Semua orang bebas punya impian. Tul gak?
Thursday, 18 November 2010
like father like son
like father like son. mungkin ada yang berpendapat itu hanya kebetulan dan faktor keturunan. setiap ayah pasti mengharapkan suatu saat anaknya bisa menjadi sepertinya atau lebih. tapi tidak semuanya bisa terwujud. perlu pengorbanan yang besar dan perjuangan yang tiada terkira untuk itu. apakah itu berlebihan? saya rasa tidak, bukankah keberhasilan orang tua kita dulu juga di sebabkan oleh kerja keras dan pengorbanan?
ayah saya menginginkan anaknya mengikuti jejak langkahnya. beliau seorang hafiz alquran. saat umur beliau memasuki usia 60an, beliau pernah berkata ''saya belum rela di panggil allah sebelum ada salah seorang anak saya khatam alquran. menjadi seorang hafiz''. saya terhenyak mendengarnya. suatu keinginan yang tak bisa di tawar. ajal pun di tangguhkan untuk sebuah harapan.
di mulai dari kakak saya yang paling tua kemudian menyusul saudara di bawahnya. setiap malam hari mereka di bimbing untuk menghafal. seiring berjalannya waktu, beberapa rintangan mulai datang seolah2 akan memupuskan harapan. di antara kakak2 saya ada yang mulai sibuk kuliah dan sekolah di tempat lain. akhirnya satu persatu mereka memutuskan untuk berhenti di tengah perjalanan.
sejak kecil saya sudah mulai menghafal. awalnya hanya ikut2n, belum ada tuntutan. saya berbaur di iringi candaan setiap habis isya untuk setor hafalan. menghafal alquran waktu itu jadi hiburan tersendiri bagi saya. semenjak kakak2 saya mundur, ayah saya tak punya pilihan lain. saya dan adik saya adalah harga mati. perlahan hiburan yang saya rasakan itu terkikis menjadi suatu tanggung jawab sebagai pemegang estafet terakhir.
umur saat itu, sangat tidak mungkin jika saya menghafal dengan kesadaran sendiri. harus ada "pemancingnya". tak jarang ayah saya memberi imbalan setiap setelah nyetor hafalan. lembaran rupiah adalah pelecut semangat saya waktu itu.
saat malas itu datang, itu adalah kondisi dimana saya harus di paksa. saya tidak peduli, walaupun di iming2i imbalan segala macam. itu membuat ayah saya marah. maka pemandangan memilukan segera tersaji, nyetor hafalan sambil meneteskan air mata. bukan sedih karna menghayati bacaan, tapi mewek karna di marahi.
dimana ada kemauan, di situ ada jalan. ungkapan ini sangat cocok menggambarkan perjuangan ayah saya dalam mewujudkan "like father like son". selama di rumah, ayah saya tidak bisa terlalu fokus sebagai "guru privat" saya. beliau adalah kepala keluarga dan juga kepala sekolah saat itu. akhirnya saya dititipkan atau lebih tepatnya di suruh menghafal di pondok khusus menghafal alquran. tempatnya sangat jauh dan asing bagi saya. waktu itu usia saya baru 10 tahun. disana yang jadi gurunya adalah murid ayah saya sendiri. walaupun begitu, tidak ada pelayanan khusus buat saya.
singkat cerita, selama enam tahun disana alhamdulillah saya berhasil menamatkan hafalan. tahun berikutnya adik saya menyusul. sekarang ayah saya telah tiada. impiannya telah terkabul. yah, walaupun hafalan saya masih kacau. saya akan berusaha menjaga dan melanjutkan perjuangan ini ke anak saya nantinya.
sedikitpun saya tak bermaksud riya atau sombong. tidak ada yang bisa saya banggakan di sini. tiba2 saja saya teringat almarhum ayah saya dan saya ingin menulis postingan tentang beliau.
REST IN PEACE, MY BELOVED FATHER!
Al-faatihah..
ayah saya menginginkan anaknya mengikuti jejak langkahnya. beliau seorang hafiz alquran. saat umur beliau memasuki usia 60an, beliau pernah berkata ''saya belum rela di panggil allah sebelum ada salah seorang anak saya khatam alquran. menjadi seorang hafiz''. saya terhenyak mendengarnya. suatu keinginan yang tak bisa di tawar. ajal pun di tangguhkan untuk sebuah harapan.
di mulai dari kakak saya yang paling tua kemudian menyusul saudara di bawahnya. setiap malam hari mereka di bimbing untuk menghafal. seiring berjalannya waktu, beberapa rintangan mulai datang seolah2 akan memupuskan harapan. di antara kakak2 saya ada yang mulai sibuk kuliah dan sekolah di tempat lain. akhirnya satu persatu mereka memutuskan untuk berhenti di tengah perjalanan.
sejak kecil saya sudah mulai menghafal. awalnya hanya ikut2n, belum ada tuntutan. saya berbaur di iringi candaan setiap habis isya untuk setor hafalan. menghafal alquran waktu itu jadi hiburan tersendiri bagi saya. semenjak kakak2 saya mundur, ayah saya tak punya pilihan lain. saya dan adik saya adalah harga mati. perlahan hiburan yang saya rasakan itu terkikis menjadi suatu tanggung jawab sebagai pemegang estafet terakhir.
umur saat itu, sangat tidak mungkin jika saya menghafal dengan kesadaran sendiri. harus ada "pemancingnya". tak jarang ayah saya memberi imbalan setiap setelah nyetor hafalan. lembaran rupiah adalah pelecut semangat saya waktu itu.
saat malas itu datang, itu adalah kondisi dimana saya harus di paksa. saya tidak peduli, walaupun di iming2i imbalan segala macam. itu membuat ayah saya marah. maka pemandangan memilukan segera tersaji, nyetor hafalan sambil meneteskan air mata. bukan sedih karna menghayati bacaan, tapi mewek karna di marahi.
dimana ada kemauan, di situ ada jalan. ungkapan ini sangat cocok menggambarkan perjuangan ayah saya dalam mewujudkan "like father like son". selama di rumah, ayah saya tidak bisa terlalu fokus sebagai "guru privat" saya. beliau adalah kepala keluarga dan juga kepala sekolah saat itu. akhirnya saya dititipkan atau lebih tepatnya di suruh menghafal di pondok khusus menghafal alquran. tempatnya sangat jauh dan asing bagi saya. waktu itu usia saya baru 10 tahun. disana yang jadi gurunya adalah murid ayah saya sendiri. walaupun begitu, tidak ada pelayanan khusus buat saya.
singkat cerita, selama enam tahun disana alhamdulillah saya berhasil menamatkan hafalan. tahun berikutnya adik saya menyusul. sekarang ayah saya telah tiada. impiannya telah terkabul. yah, walaupun hafalan saya masih kacau. saya akan berusaha menjaga dan melanjutkan perjuangan ini ke anak saya nantinya.
sedikitpun saya tak bermaksud riya atau sombong. tidak ada yang bisa saya banggakan di sini. tiba2 saja saya teringat almarhum ayah saya dan saya ingin menulis postingan tentang beliau.
REST IN PEACE, MY BELOVED FATHER!
Al-faatihah..
Monday, 15 November 2010
mendadak kesepian
Sepi yang kurasakan..
Orang2 kembali ke pangkuan..
Ada yang di jemput, ada yang pulang sendirian..
Berkumpul lagi bersama handai taulan..
Mereka saling berbagi cerita dan pengalaman..
Di saat diriku termenung di peraduan..
Detik2 menjelang hari raya qurban..
Masih sulit rasanya bagiku untuk berjalan..
Berkunjung ke rumah sodara atau teman hanya jadi angan2..
Bukan tak mau, atau segan..
Apa daya, kakiku masih dalam penyembuhan..
Nada dering udah jarang kedengeran..
Tak ada new message di kotak pesan..
Panggilan masuk hanya dari orang (mungkin) kurang kerjaan..
Pas di angkat langsung di matikan..
Fb-an pun udah mulai bosan..
Setiap onlen selalu di tanya "apa yang anda pikirkan?"
Apdet status, cukup jempol yang di berikan..
Komentar sedikit, selesai urusan..
Sepi yang kurasakan..
Bukan sepi di wajah Aidil atau Fauzan..
Bukan juga sepi yang tergores indah di kaki atau tangan..
Ini hanya perasaan yang timbul karna keadaan..
Di kamar hanya di temani TV dan buku bacaan..
Perasaan takut dan cemas datang silih bergantian..
Karna konon katanya di kamar itu ada setan..
Izin pulang berlaku hanya dalam beberapa hari ke depan..
Tapi rasanya lama nian..
Bagi yang di rumah atau di kampung halaman..
Pulang kesini jangan lupa bawa buah tangan..
Buat JQ Community yang aku banggakan..
Terkhusus untuk Ust Hendro Karnadi, sebagai pimpinan..
"Selamat hari idul qurban..
Mohon maaf lahir bathin aku sampaikan.."
Orang2 kembali ke pangkuan..
Ada yang di jemput, ada yang pulang sendirian..
Berkumpul lagi bersama handai taulan..
Mereka saling berbagi cerita dan pengalaman..
Di saat diriku termenung di peraduan..
Detik2 menjelang hari raya qurban..
Masih sulit rasanya bagiku untuk berjalan..
Berkunjung ke rumah sodara atau teman hanya jadi angan2..
Bukan tak mau, atau segan..
Apa daya, kakiku masih dalam penyembuhan..
Nada dering udah jarang kedengeran..
Tak ada new message di kotak pesan..
Panggilan masuk hanya dari orang (mungkin) kurang kerjaan..
Pas di angkat langsung di matikan..
Fb-an pun udah mulai bosan..
Setiap onlen selalu di tanya "apa yang anda pikirkan?"
Apdet status, cukup jempol yang di berikan..
Komentar sedikit, selesai urusan..
Sepi yang kurasakan..
Bukan sepi di wajah Aidil atau Fauzan..
Bukan juga sepi yang tergores indah di kaki atau tangan..
Ini hanya perasaan yang timbul karna keadaan..
Di kamar hanya di temani TV dan buku bacaan..
Perasaan takut dan cemas datang silih bergantian..
Karna konon katanya di kamar itu ada setan..
Izin pulang berlaku hanya dalam beberapa hari ke depan..
Tapi rasanya lama nian..
Bagi yang di rumah atau di kampung halaman..
Pulang kesini jangan lupa bawa buah tangan..
Buat JQ Community yang aku banggakan..
Terkhusus untuk Ust Hendro Karnadi, sebagai pimpinan..
"Selamat hari idul qurban..
Mohon maaf lahir bathin aku sampaikan.."
Subscribe to:
Posts (Atom)